Tentang

DarmaMind: Bekerjalah dan Tetap Nikmati Hidup

Sebuah Pengakuan: Saya Pernah Jadi Staf yang "Hobi" Mengeluh

Kalau boleh jujur, dulu saya adalah orang pertama yang akan menggerutu saat Captain atau Supervisor saya mulai cerewet soal standar kebersihan atau keterlambatan lima menit. Saya sering berpikir, "Kenapa sih harus sesempurna itu? Yang penting tamu makan, beres, kan?"

Dunia hospitality terasa seperti mesin yang tidak pernah berhenti, dan saya merasa hanya menjadi salah satu baut di dalamnya yang mulai aus. Saya lelah, stres, dan merasa tidak punya waktu untuk diri sendiri.

Titik Balik: Saat "Topi" Kepemimpinan Itu Dipasang

Segalanya berubah ketika tanggung jawab itu berpindah ke bahu saya. Saat saya mulai dipercaya menjadi Service Captain sampai bisa menjadi  Restaurant Supervisor dan mengemban title Manager On Duty, pandangan saya berputar 180 derajat.

Ternyata, kecerewetan atasan saya dulu bukan karena mereka gila hormat, tapi karena ada beban tanggung jawab besar untuk menjaga kepuasan tamu dan kesejahteraan tim. Saya mulai belajar, gagal, bangun lagi, hingga akhirnya berhasil mendapatkan sertifikasi kompetensi dari BNSP.

Namun, di tengah perjalanan naik level itu, saya menemukan satu tantangan besar: Bagaimana caranya tetap ambisius di karier tanpa kehilangan "nyawa" dan waktu pribadi?

Lahirnya DarmaMind

DarmaMind bukan sekadar blog. Ini adalah ruang bagi saya—dan Kamu—untuk belajar menyeimbangkan dua dunia yang seringkali bertabrakan. Nama DarmaMind sendiri lahir dari refleksi pribadi tentang bagaimana menjalankan kewajiban (Darma) dengan pola pikir (Mind) yang tetap sehat dan bahagia.

Di sini, saya ingin berbagi apa yang saya pelajari selama bertahun-tahun di lini depan restoran:

  • Career & Leadership: Saya bedah sisi teknis operasional, standar SOP, hingga seni memimpin tim tanpa harus menjadi "monster" di mata bawahan.

  • Self Growth: Mengasah mentalitas agar tetap tangguh saat peak hours dan cerdas dalam mengambil keputusan.

  • Lifestyle & Balance: Ini bagian favorit saya. Bagaimana kita tetap bisa menikmati hobi, menjaga kesehatan fisik, hingga memilih sepatu kerja yang tepat agar kaki tidak "protes" setelah berdiri 8 jam.

Janji Saya untuk Anda

Sesuai dengan judul di atas: Bekerjalah dan Tetap Nikmati Hidup.

Saya ingin Anda tahu bahwa menjadi profesional yang hebat tidak harus berarti menjadi orang yang kelelahan dan tidak punya kehidupan. Kita bisa menjadi pemimpin yang disegani di tempat kerja, sekaligus menjadi manusia yang utuh dan bahagia di luar kantor.

Selamat datang di perjalanan ini. Mari kita buktikan bahwa di industri yang keras ini, kita tetap bisa tumbuh dengan hati yang tenang.

Salam hangat,

Riffa’i R. Darmawan